Minggu, 31 Oktober 2021

Teks Editorial "Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19"

Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Kebudayaan merupakan salah satu peninggalan nenek moyang yang harus dijaga kelestariannya agar kebudayaan tersebut tetap utuh. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaan. The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization menilai bahwa Indonesia adalah negara super power dalam hal kebudayaan. Pengakuan UNESCO itu disampaikan oleh Asisten Direktur Jendral UNESCO Bidang Budaya (ADG Culture) Fransesco Bandarin kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di sela-sela menghadiri Sidang Umum UNESCO ke 39 yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris pada tanggal 14 November 2017. Keberagaman kondisi geografis dan latar belakang menjadikan masyarakat Indonesia memiliki berbagai warisan budaya. Begitu banyak kebudayaan di Indonesia yang memiliki keunik dilihat dari adat dan tradisi daerah-daerah yang ada di Indonesia. Banyak wisatawan asing ataupun domestik datang untuk melihat kebudayaan-kebudayaan unik yang ada di Indonesia.

Namun, hampir dalam 2 tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia membuat berbagai sektor yang terdampak, pariwisata dan ekonomi menanggung kerugian paling besar. Berdasarkan data BPS tahun 2021, total kunjungan wisatawan saat ini sebesar 1,061 juta kunjungan. Data tersebut menunjukkan terdapat penurunan jumlah wisatawan yang cukup signifikan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Kemudian, berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), total kerugian industri pariwisata Indonesia pada tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 10 triliun. Selain itu, pandemi Covid-19 juga merubah berbagai tatanan kehidupan di dunia khususnya Indonesia seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya. Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 secara masif dan sistematis yaitu dengan mengeluarkan berbagai kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar, karantina diberbagai wilayah, dan beberapa hal lain yang membatasi pergerakan masyarakat.

Pandemi Covid-19 dapat menjadi salah satu penghambat pelestarian warisan budaya di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat akibat pandemi juga akan menimbulkan budaya baru yang cenderung akan melupakan warisan budaya lokal dikarenakan masyarakat Indonesia saat ini lebih tertarik mengonsumsi budaya asing. Pandemi Covid-19 memberi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian warisan budaya di Indonesia. Ira yang juga dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, membatasi mobilitas masyarakat demi mengurangi laju penularan. Keterbatasan tersebut menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi sektor budaya, khususnya seni pertunjukan. Hal demikian juga dikatakan oleh salah satu pemateri webinar Refleksi Kemerdekaan bertajuk Peran Antar Elemen dalam Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Dekan BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum., mengatakan “Kalau tidak aktif ditampilkan, produk kebudayaan akan hilang dan di masa depan nanti hanya dijadikan sebagai kajian. Jadi pandemi saat ini dapat mengancam eksistensi dari budaya kita apalagi ditambah banyaknya masyarakat yang mulai mengonsumsi budaya asing,” Jumat (20/8/2021).

Meskipun kegiatan pelestarian budaya Indonesia terhambat akibat pandemi Covid-19 namun hal ini tidak menutup kesempatan, terutama bagi generasi muda untuk tetap melestarikan budaya Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan budaya Indonesia di masa pandemi adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Upaya untuk mengembangkan kreativitas dan menciptakan karya melalui media digital bisa menjadi solusi dan cara yang efektif untuk mengenalkan dan melestarikan budaya kepada generasi muda di masa pandemi ini. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kolaborasi oleh para pelaku kreator seni yang tidak boleh menyurutkan niat melestarikan dan mengenalkan budaya kepada generasi muda. Suryandoro menceritakan, selama pandemi, sanggar seninya tidak berhenti untuk berkreasi. Sejumlah kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan platform digital. Sejumlah pendekatan komunikasi juga dilakukan untuk mendekati kawula muda. “Kami coba memudakan budaya, khususnya wayang. Memudakan, dalam arti mengakrabkan budaya kepada anak muda. Pendekatan yang kami lakukan adalah dengan menjembatani gap generasi dengan cara dan gaya penyajian seni sehingga bisa diterima dan dinikmati oleh anak muda,” jelas Suryandoro.

Adapun upaya Traval.co sebagai platform pemesanan paket wisata online, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuat program wisata virtual bertajuk “Virtual Heritage” sebagai bentuk pelestarian warisan budaya di Indonesia di tengah pandemi. Program tersebut mengangkat wisata tematik berbasis budaya dan wisata berbasis komunitas di delapan titik, mulai dari wilayah barat hingga timur. Selain itu, program Virtual Heritage akan mengangkat para komunitas tersebut sebagai local heroes dalam pelestarian dan pengembangan budaya di daerahnya masing-masing. Virtual Heritage bertujuan agar destinasi wisata yang dikelola komunitas-komunitas lokal lebih dikenal secara umum dan menjadi alternatif wisata di tengah pandemi. Harapannya, program ini dapat menjadi ajang berbagi inspirasi antar komunitas agar dapat membangun dan melestarikan warisan budaya Indonesia disetiap daerah. Dengan program ini, generasi bangsa berkesempatan untuk menjelajahi dan mempelajari ragam budaya Indonesia dengan nyaman di rumah meskipun keterbatasan oleh jarak.

Sementara itu, kesadaran peran anak muda juga menjadi hal penting dalam pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya di masa pandemi ini generasi bangsa mudah terjebak dengan era teknologi dan gadget. Berdasarkan hal tersebut seorang perempuan muda asal Kediri dengan semangat dan kesadaran akan perannya sebagai anak muda Indonesia menggelar sebuah festival budaya. Festival Budaya Nyawiji Bebudayan Ing Bhumi Panji tersebut digelar di Hotel Bukit Daun Kediri. Pelaksanaan festival digelar sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan dengan pembatasan penonton di masa pandemi Covid-19. Festival budaya juga digelar juga secara online dengan memanfaatkan media digital yaitu menggunakan YouTube. Festival Budaya Nyawiji Bebudayan Ing Bhumi Panji ini merupakan ide dari Pokmas Kesenian Sekar Arum Kota Kediri, yang menampilkan kebudayaan Kota Kediri. Regina mengatakan “Festival budaya ini diharapkan bisa memberi edukasi masyarakat terkait pentingnya peranan anak muda dalam melestarikan budaya,” Minggu (31/10/2021).

Banyaknya upaya yang dapat generasi bangsa lakukan untuk melestarikan warisan budaya di tengah pandemi Covid-19 ini. Melalui media sosial, informasi tentang warisan budaya disampaikan dengan desain kekinian yang menarik bagi anak muda. Inovasi ini semakin mendekatkan masyarakat, khususnya anak muda untuk mengenal warisan budaya leluhur. Kebudayaan akan menjadi investasi yang mampu membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia apabila nilai warisan budaya semakin membumi dan mengakar di kalangan masyarakat yang kemudian dengan sendirinya mampu meningkatkan literasi, inovasi dan kreativitas masyarakat.

Pelestarian budaya tidak cukup hanya dari niat para pelaku kebudayaan tetapi semua elemen harus terlibat didalamnya. Salah satu contoh kecilnya yaitu dengan datang menonton salah satu pertunjukan dari budaya itu sendiri. Keseimbangan interaksi perlu dilakukan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia di tengah pandemi. Dalam artian bahwa kita boleh saja menyukai budaya asing asalkan tidak berpaling sepenuhnya dan masih mau ikut partisipasi dalam melestarikan dan lebih mengenal budayanya sendiri agar tidak menjadi ancaman bagi pengembangan budaya Indonesia. Dengan demikian warisan budaya Indonesia juga mampu bersaing dengan budaya yang sangat global dan mampu berkontribusi terhadap perkembangan peradaban dunia. Bagaimanapun, warisan budaya adalah warisan yang perlu memperoleh perhatian dalam situasi apapun. Warisan budaya bukan hanya sekadar peninggalan bersejarah, melainkan investasi alam pikir dan alam rasa dari masa lampau yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk masa kini dan masa yang akan datang. Kepedulian akan pelestarian dapat dilakukan dengan berkegiatan online, meningkatkan pengetahuan diri sendiri mengenai budaya yang ada di Indonesia dan memahami tujuan serta maksud dari budaya-budaya tersebut. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini mengingatkan para generasi muda bangsa Indonesia untuk terus peduli terhadap warisan-warisan budaya dan ingin turut serta melestarikan budaya Indonesia. Dengan demikian, diharapkan kita semua dapat termotivasi untuk ikut serta melestarikan budaya Indonesia agar warisan budaya terus berlanjut kepada generasi bangsa Indonesia berikutnya.