Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
Kebudayaan
merupakan salah satu peninggalan nenek moyang yang harus dijaga kelestariannya agar
kebudayaan tersebut tetap utuh. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara yang
kaya akan kebudayaan. The United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization menilai bahwa Indonesia adalah negara super power
dalam hal kebudayaan. Pengakuan UNESCO itu disampaikan oleh Asisten Direktur
Jendral UNESCO Bidang Budaya (ADG Culture) Fransesco Bandarin kepada Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di sela-sela menghadiri
Sidang Umum UNESCO ke 39 yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris pada
tanggal 14 November 2017. Keberagaman kondisi geografis dan latar belakang
menjadikan masyarakat Indonesia memiliki berbagai warisan budaya. Begitu banyak
kebudayaan di Indonesia yang memiliki keunik dilihat dari adat dan tradisi
daerah-daerah yang ada di Indonesia. Banyak wisatawan asing ataupun domestik
datang untuk melihat kebudayaan-kebudayaan unik yang ada di Indonesia.
Namun,
hampir dalam 2 tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia membuat
berbagai sektor yang terdampak, pariwisata dan ekonomi menanggung kerugian
paling besar. Berdasarkan data BPS tahun 2021, total kunjungan wisatawan saat
ini sebesar 1,061 juta kunjungan. Data tersebut menunjukkan terdapat penurunan jumlah wisatawan yang
cukup signifikan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Kemudian,
berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), total
kerugian industri pariwisata Indonesia pada tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 10
triliun. Selain itu, pandemi Covid-19 juga merubah berbagai tatanan kehidupan
di dunia khususnya Indonesia seperti kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya.
Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi
Covid-19 secara masif dan sistematis yaitu dengan mengeluarkan berbagai kebijakan
seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar, karantina diberbagai wilayah, dan
beberapa hal lain yang membatasi pergerakan masyarakat.
Pandemi Covid-19 dapat menjadi salah satu penghambat pelestarian warisan
budaya di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat akibat pandemi juga akan
menimbulkan budaya baru yang cenderung akan melupakan warisan budaya lokal dikarenakan
masyarakat Indonesia saat ini lebih tertarik mengonsumsi budaya asing. Pandemi
Covid-19 memberi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian warisan budaya di
Indonesia. Ira yang juga dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana
mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, membatasi mobilitas
masyarakat demi mengurangi laju penularan. Keterbatasan tersebut menjadi salah
satu tantangan tersendiri bagi sektor budaya, khususnya seni pertunjukan. Hal
demikian juga dikatakan oleh salah satu pemateri webinar Refleksi Kemerdekaan
bertajuk Peran Antar Elemen dalam Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Dekan BEM
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Purnawan
Basundoro, S.S., M.Hum., mengatakan “Kalau tidak aktif ditampilkan, produk
kebudayaan akan hilang dan di masa depan nanti hanya dijadikan sebagai kajian.
Jadi pandemi saat ini dapat mengancam eksistensi dari budaya kita apalagi
ditambah banyaknya masyarakat yang mulai mengonsumsi budaya asing,” Jumat (20/8/2021).
Meskipun
kegiatan pelestarian budaya Indonesia terhambat akibat pandemi Covid-19 namun
hal ini tidak menutup kesempatan, terutama bagi generasi muda untuk tetap
melestarikan budaya Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan budaya
Indonesia di masa pandemi adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi. Upaya untuk mengembangkan kreativitas dan menciptakan karya melalui
media digital bisa menjadi solusi dan cara yang efektif untuk mengenalkan dan
melestarikan budaya kepada generasi muda di masa pandemi ini. Selain itu, yang
tidak kalah pentingnya adalah kolaborasi oleh para pelaku kreator seni yang tidak
boleh menyurutkan niat melestarikan dan mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Suryandoro menceritakan, selama pandemi, sanggar seninya tidak berhenti untuk
berkreasi. Sejumlah kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan platform digital. Sejumlah
pendekatan komunikasi juga dilakukan untuk mendekati kawula muda. “Kami coba
memudakan budaya, khususnya wayang. Memudakan, dalam arti mengakrabkan budaya
kepada anak muda. Pendekatan yang kami lakukan adalah dengan menjembatani gap
generasi dengan cara dan gaya penyajian seni sehingga bisa diterima dan
dinikmati oleh anak muda,” jelas Suryandoro.
Adapun upaya
Traval.co sebagai platform
pemesanan paket wisata online, bekerja sama dengan Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuat program wisata virtual bertajuk
“Virtual Heritage” sebagai bentuk pelestarian warisan budaya di Indonesia di
tengah pandemi. Program tersebut mengangkat wisata tematik berbasis budaya dan
wisata berbasis komunitas di delapan titik, mulai dari wilayah barat hingga
timur. Selain itu, program Virtual Heritage akan mengangkat para komunitas
tersebut sebagai local heroes dalam pelestarian dan pengembangan budaya
di daerahnya masing-masing. Virtual Heritage bertujuan agar destinasi wisata
yang dikelola komunitas-komunitas lokal lebih dikenal secara umum dan menjadi
alternatif wisata di tengah pandemi. Harapannya, program ini dapat menjadi
ajang berbagi inspirasi antar komunitas agar dapat membangun dan melestarikan warisan
budaya Indonesia disetiap daerah. Dengan program ini, generasi bangsa
berkesempatan untuk menjelajahi dan mempelajari ragam budaya Indonesia dengan
nyaman di rumah meskipun keterbatasan oleh jarak.
Sementara
itu, kesadaran peran anak muda juga menjadi hal penting dalam pelestarian
warisan budaya Indonesia, khususnya di masa pandemi ini generasi bangsa mudah terjebak
dengan era teknologi dan gadget. Berdasarkan hal tersebut seorang perempuan
muda asal Kediri dengan semangat dan kesadaran akan perannya sebagai anak muda
Indonesia menggelar sebuah festival budaya. Festival Budaya Nyawiji Bebudayan
Ing Bhumi Panji tersebut digelar di Hotel Bukit Daun Kediri. Pelaksanaan
festival digelar sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan dengan
pembatasan penonton di masa pandemi Covid-19. Festival budaya juga digelar juga
secara online dengan memanfaatkan media digital yaitu menggunakan YouTube. Festival
Budaya Nyawiji Bebudayan Ing Bhumi Panji ini merupakan ide dari Pokmas Kesenian
Sekar Arum Kota Kediri, yang menampilkan kebudayaan Kota Kediri. Regina
mengatakan “Festival budaya ini diharapkan bisa memberi edukasi masyarakat
terkait pentingnya peranan anak muda dalam melestarikan budaya,” Minggu
(31/10/2021).
Banyaknya
upaya yang dapat generasi bangsa lakukan untuk melestarikan warisan budaya di tengah
pandemi Covid-19 ini. Melalui media sosial, informasi tentang warisan budaya
disampaikan dengan desain kekinian yang menarik bagi anak muda. Inovasi ini
semakin mendekatkan masyarakat, khususnya anak muda untuk mengenal warisan
budaya leluhur. Kebudayaan akan menjadi investasi yang mampu membawa kebahagiaan
dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia apabila nilai warisan budaya
semakin membumi dan mengakar di kalangan masyarakat yang kemudian dengan
sendirinya mampu meningkatkan literasi, inovasi dan kreativitas masyarakat.
Pelestarian
budaya tidak cukup hanya dari niat para pelaku kebudayaan tetapi semua elemen
harus terlibat didalamnya. Salah satu contoh kecilnya yaitu dengan datang
menonton salah satu pertunjukan dari budaya itu sendiri. Keseimbangan interaksi
perlu dilakukan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia di tengah pandemi. Dalam
artian bahwa kita boleh saja menyukai budaya asing asalkan tidak berpaling
sepenuhnya dan masih mau ikut partisipasi dalam melestarikan dan lebih mengenal
budayanya sendiri agar tidak menjadi ancaman bagi pengembangan budaya Indonesia. Dengan demikian warisan budaya Indonesia juga mampu bersaing dengan budaya yang
sangat global dan mampu berkontribusi terhadap perkembangan peradaban dunia. Bagaimanapun,
warisan budaya adalah warisan yang perlu memperoleh perhatian dalam situasi
apapun. Warisan budaya bukan hanya sekadar peninggalan bersejarah, melainkan
investasi alam pikir dan alam rasa dari masa lampau yang perlu dilestarikan dan
dikembangkan untuk masa kini dan masa yang akan datang. Kepedulian akan
pelestarian dapat dilakukan dengan berkegiatan online, meningkatkan pengetahuan
diri sendiri mengenai budaya yang ada di Indonesia dan memahami tujuan serta
maksud dari budaya-budaya tersebut. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini
mengingatkan para generasi muda bangsa Indonesia untuk terus peduli terhadap warisan-warisan
budaya dan ingin turut serta melestarikan budaya Indonesia. Dengan demikian, diharapkan
kita semua dapat termotivasi untuk ikut serta melestarikan budaya Indonesia
agar warisan budaya terus berlanjut kepada generasi bangsa Indonesia berikutnya.





